ggwpid.com – Kalau kamu termasuk gamer yang masih suka beli game dalam bentuk kotak fisik, kabar dari Amerika Serikat ini mungkin bikin kamu mengelus dada. Penjualan game dalam format fisik bulan November 2025 kemarin jatuh bebas—dan bukan jatuh biasa, tapi sampai ke level yang belum pernah terlihat sejak 1995. Iya, selama hampir 30 tahun terakhir.
Yang menarik, ini bukan cuma soal angka. Ini tentang perubahan cara orang bermain dan berbelanja. Dulu, game fisik itu semacam ritual—datang ke toko, lihat-lihat cover, beli, lalu bawa pulang dan buka segelnya. Sekarang? Semua orang lebih suka klik, download, main. Praktis. Cepat. Dan yang jelas, nggak perlu keluar rumah.
Konsol Juga Ikut Lesu
Nggak cuma disk yang kehilangan peminat. Konsol pun ikut terseret tren penurunan. Xbox anjlok lebih dari 70% dibanding tahun lalu. PlayStation turun drastis juga. Switch? Turun, tapi masih agak mendingan. Kalau ditotal, pengeluaran buat beli perangkat keras game bulan itu cuma sekitar 695 juta dolar—angka yang belum pernah serendah itu sejak 2005.
Bahkan controller dan aksesori lain ikut sepi peminat. Biasanya, akhir tahun itu momen belanja besar-besaran. Tapi tahun ini? Beda cerita.
Apa Penyebabnya?
Ada banyak hal yang bisa jadi alasan. Harga konsol dan aksesorinya makin mahal, kondisi ekonomi juga lagi nggak stabil, dan—yang paling masuk akal—semua orang sudah nyaman dengan ekosistem digital. Cuma modal koneksi internet, semua bisa diakses. Mau beli game, DLC, item—semua tinggal klik.
Dan jangan salah, meskipun game fisik sekarat, penjualan konten digital justru naik sedikit. Jadi bukan gamer-nya yang hilang, cuma caranya beli aja yang berubah.
Akhir dari Era Disk?
Mungkin iya. Mungkin tidak langsung sekarang, tapi jelas arahnya ke sana. Game fisik mungkin akan tetap ada—tapi sebagai barang koleksi, bukan kebutuhan utama. Mungkin nanti kita akan melihatnya sama seperti kita melihat CD musik atau DVD film hari ini: nostalgia.

