Krisis DRAM Bikin Produsen Smartphone Putar Otak, RAM 4GB Mulai Muncul Lagi

ggwpid.com – Belakangan ini, industri smartphone kembali menghadapi tantangan pelik. Krisis pasokan DRAM yang belum juga reda bikin banyak produsen berpikir ulang soal spesifikasi perangkat mereka, terutama urusan RAM.

Kalau dulu RAM 4GB terasa ketinggalan zaman, sekarang kondisinya beda. Ada kemungkinan besar konfigurasi itu bakal kembali jadi standar di kelas entry-level, bahkan bisa merambat ke segmen menengah juga.

Sumber dari berbagai laporan riset menyebutkan bahwa lonjakan harga DRAM terjadi karena tingginya permintaan dari sektor AI. Ya, pusat data dan kebutuhan teknologi pintar menyedot sebagian besar pasokan chip memori di pasar, bikin ruang gerak produsen gadget makin sempit.

Biasanya, ponsel flagship di bekali RAM besar—12GB, bahkan 16GB. Tapi sekarang, banyak yang mulai pertimbangkan untuk downgrade. Nggak heran kalau nanti kita lihat model flagship baru yang speknya lebih “wajar”, atau malah stagnan selama beberapa tahun ke depan.

Di tengah situasi ini, RAM 8GB di prediksi akan bertahan di kelas menengah. Sedangkan buat ponsel murah, 4GB tampaknya akan kembali jadi pilihan utama. Toh, untuk kebutuhan dasar seperti chatting, browsing, atau nonton video, kapasitas segitu masih cukup.

Beberapa produsen juga mulai buka wacana soal pemanfaatan microSD lagi. Tujuannya jelas: beri pengguna alternatif penyimpanan tanpa terlalu bergantung pada RAM besar, yang makin mahal dan langka.

Kondisi pasar saat ini memang penuh tekanan. Harga bahan baku naik, pasokan sempit, dan konsumen tetap berharap bisa dapet gadget yang powerful tapi terjangkau. Itu sebabnya strategi baru perlu diambil. Menyesuaikan spesifikasi tanpa mengorbankan kualitas jadi tantangan utama produsen ke depan.

Dan kalau krisis DRAM ini nggak kunjung selesai dalam waktu dekat, bisa jadi kita bakal lihat lebih banyak ponsel anyar dengan spek RAM yang terasa seperti “mundur”, padahal sebenarnya hanya adaptasi cerdas di tengah tekanan industri yang nyata.